Pertemuan Bupati Jayawijaya bersama para perguruan tinggi swasta di Wamena. Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Kabupaten Jayawijaya berencana akan menggelar kompetisi sepak bola antar perguruan tinggi (PT) di seluruh Tanah Papua, sebagai bentuk program investasi sumber daya manusia dan pendidikan yang dicanangkan pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo mengatakan, masyarakat Papua dan Papua Barat jangan kecewa dan putus asa dengan tidak berjalannya kompetisi sepak bola domestik di Indonesia yang menjadi hiburan masyarakat Tanah Papua, sebab dalam waktu dekat akan digulirkan kompetisi sepak bola antara mahasiswa untuk seluruh perguruan tinggi di Papua dan Papua Barat.

“Karena sepak bola kita ini macam mati suri, setelah kita berjuang untuk Persipura ke pemerintah pusat tidak ada respon, semua rakyat Papua kecewa. Sudahlah yang berlalu, kita juga kasih bunyi yang lain,
supaya ternyata sepak bola di Papua juga tidak mati begitu,” kata Wempi Wetipo usai berdiskusi dengan tujuh pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) di Jayawijaya kepada wartawan di Wamena, Senin (23/6/2015).

Kata Bupati Wetipo, pihaknya akan mengundang perguruan tinggi di Provindi Papua dan Papua Barat untuk datang ke Wamena mengikuti liga mahasiswa yang akan digulirkan dalam waktu dekat ini.

“Saya berharap teman-teman 7 perguruan tinggi di Wamena bersatu untuk menyelenggarakan kegiatan ini, supaya kita juga memperkenalkan Wamena ke luar. Wamena juga tidak tertinggal jauh, Wamena kita sudah bangun, Wamena juga tempat yang layak untuk semua orang berkunjung,” ujar Bupati Wetipo.

Dalam pertandiangan nanti, jelasnya, pihaknya akan gaungkan slogan “Investasi SDM, kita tidak ingin lakukan hanya dengan slogan dan kata-kata, tapi dengan perbuatan kita yang nyata.” Dia berharap kepada 7 perguruan tinggi sebagai penyelenggara liga mahasiswa untuk segera melaksanakannya dalam waktu dekat.

“Liga mahasiswa ini dilakukan untuk mengokoh rasa persatuan sesama perguruan tinggi di Wamena maupun perguruan tinggi di daerah lain guna bias saling mengenal. Dan pada prinsipnya pemerintah akan mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

Untuk hadiah, kata Bupati Wetipo, jika bisa untuk juara satu Rp.100 juta, juara dua Rp.70 juta, juara tiga Rp. 50 juta. “Masa Inter Island Cup saja juara 1 Rp.150 juta, kenapa kita tidak bisa,” ungkap Bupati Wetipo.

Sementara itu Marthen Medlama sebagai Ketua Sekolah Tinggi STIMIK Agamua mengapresiasi Bupati Jayawijaya atas perhatianya kepada PTS di Wamena.

“Hari Jumat besok nanti kita akan rapat untuk pembentukan panitia liga mahasiswa dan sekaligus untuk seminar pengembangan investasi SDM di Papua berbasis kearifan lokal. Setelah itu kami akan kembali ketemu bupati,” ungkap Medlama yang juga Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi di Jayawijaya ini.
Jadi kata Medlama, kegiatan yang akan dilakukan dalan waktu dekat ada dua kegiatan, liga mahasiswa dan seminar pengembangan investasi SDM Papua.

“Untuk liga mahasiswa berdasarkan rapat sepintas tadi, kita akan selenggarakan bulan Oktober atau November, supaya setelah selesai pada tanggal 10 Desember 2015 persis ulang tahun kota Wamena bisa berikan hadianya,” ungkap Medlama. (Islami)

Baca juga : Tabloid Jubi

Kebutuhan Teknologi Informasi Yang Berkembang Cepat, Membuat STMIK Hadir Di Jayawijaya Untuk Meningkatkan SDM Papua Di Kawasan Pegunungan Tengah Papua.

Untuk mengembangkan sumberdaya manusia Papua yang ada di Wilayah Kabupaten Jayawijaya dan daerah pegunungan yang lainnya, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Agamua hadir di Kabupaten Jayawijaya. Hal tersebut dikatakan, Ketua STMIK Agamua Wamena, Marten Medlama, ketika memberikan sambutan lisan Rabu (10/9) pada kuliah umum mahasiswa dan mahasiswi STMIK di gedung Ukumearek Asso Wamena. Dikatakan, pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi semua, dimana semua orang dapat mengetahui banyak hal dikarenakan adanya pendidikan yang diajarkan melalui sekolah atau kuliah.

Dijelasakan, perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Jayawijaya merupakan aset yang sangat penting bagi pemerintah, sehingga perluadanya pengelolaan yang baik dalam mendukung proses pengembangkan dan pencapaian simberdaya manusia yang baik di Jayawijaya.  Dikatakannya, sangat berteri­makasih kepada pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang telah memberikan perhatian khusus kepada bidang pendidikan di Jayawijaya dan kepada mahasiswa dan mahasiswi yang telah memilih STMIK sebagai tempat menimba ilmu.

Ditambahkan, kampus STMIK pada tahun ini memiliki 2 program studi yaitu teknik komputer dan manajemen informatika telah memiliki 400 mahasiswa dengan telah dilengkapi laboratorium komputer dan perlengka pan komputer guna menunjang pelaksanaan perkuliahan. Sementara itu, Sekda Kabuaten Jayawijaya Yohanis Walilo, SE, M.Si dalam sambutannya mengatakan, pemerintah daerah sangat mendukung segala upaya guna pengembangan SDM di Jayawiaya melalui bidang pendidikan. Dikatakan, semakin majunya perkembangan teknologi sehingga perlu dibutuhkan tenaga-tenaga yang terampil dan kompeten yang siapdigunakan dalam segala bidang yang ada di Jayawijaya.
Untuk itu, kepada para mahasiswa dan mahasiswi kuliah umum STMIK Agama Wamena dirinya berharap agar dalam perkuliahan harus benar-benar tekun belajar dan jika selesai nanti memiliki kemampuan yang siap digunakan untuk mengabdi kembali kepada pemerintah dan masyarakat. (Anyong)

Baca juga : Majalah Lani

Wamena – Tahun ini jumlah calon mahasiswa yang ingin kuliah di kampus STMIK Agamua  terus meningkat mencapai 100% lebih. Hal ini bisa dilihat dari jumlah calon mahasiswa yang mendaftarkan diri. Dilihat dari data tahun lalu saja calon mahasiswa baru yang mendaftar sebanyak 196 orang namun diseleksi menjadi 137 orang namun tahun 2014 ini kami menerima  sebanyak 312 mahasiswa.

Tahun ini juga pihak kampus  akan menyekolahkan 4 orang dosen untuk mengambil Program Magister S2. Hal ini sudah di bicarakan dengan  Dewan Penyantun dan Yayasan untuk menyekolahkan para dosen tersebut untuk menambah pengetahuan dibidang Komputer dan memenuhi tuntutan undang – undang pendidikan tinggi di Indonesia.
Hal tersebut dikatakan Ketua STMIK Agamua Wamena, Marthen Medlama. S.Pd, saat membuka rapat kegiatan In House Training antara Pimpinan Yayasan dan Pengurus Kampus STMIK Agamua beserta para dosen, yang membahas penyusunan Silabus dan SAP (Satuan Acara Pembelajaran) bagi dosen yang nantinya akan mengajar.
Dikatakan bahwa penyusunan Silabus  tentunya akan menjadi acuan dalam menerapkan metode pengajaran bagi mahasiswa. Selama ini  dalam proses  mengajar bagi para dosen, belum menggunakan penyusunan Silabus dan SAP, sehingga kemampuan mahasiswa tidak bisa diukur, apakah yang diharapkan sudah tercapai atau belum memenuhi  target.
Menurutnya  sistem  mengajar dengan menggunakan Silabus dan SAP tentunya sangat penting bagi para dosen, agar mereka mengajar dengan baik dan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten  serta mampu bersaing dalam dunia kerja di era kompetitif ini.
Kampus STMIK sebenarnya bukan kampus yang baru, namun kampus seperti ini juga ada di Jayapura yaitu,  STMIK 10 November. Saat ini, STMIK Agamua mempunyai  dua program studi yaitu, prodi Manajemen Informatika dan  Teknik Komputer serta didukung tenaga dosen 15 orang dan tenaga akademik 4 orang. Disinggung terkait jumlah dosen, Ketua STMIK menjelaskan bahwa tenaga dosen yang dimiliki STMIK saat ini berjumlah 19 orang  sudah termasuk tenaga akademik  4 orang.

Baca juga : Kabupaten Jayawijaya

 

Mohon Maaf, Website ini dalam MAINTENANCE.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi 085257722628.